Kegiatan Pembelajaran Lain dan Hobi

Ada banyak cara untuk kita berbagi dan berkomunikasi antara lain dengan mengadakan pelatihan, melakukan kunjungan, studi ekskursi, dan aneka kegiatan pembelajaran lain. Bukan masalah siapa yang lebih pakar atau tidak, tapi diskusi dan upaya bersama untuk menyelesaikan suatu persoalanlah yang paling penting.

 

Berikut ini adalah beberapa kegiatan terbaru yang aku terlibat didalamnya.


Menciptakan Destinasi Wisata Favorit Baru di Desa Kedungudi, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto

 

Oleh: Tim PPMUPT Desa Wisata Kedungudi

 

 

Mau wisata alam makan-makan di tengah sawah yang indah? Mau wisata budaya melihat candi-candi peninggalan kerajaan Hindu? Atau ingin keduanya, wisata alam dan budaya sekaligus? Nah, jawabannya bakal ada di Desa Kedungudi. Desa ini akan mengembangkan destinasi wisata favorit baru yang menggabungkan wisata alam dan budaya.

 

          Desa Kedungudi berada di Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Propinsi Jawa Timur. Desa ini berada di lereng Gunung Penanggungan dan berada pada jalur lintasan favorit para pendaki Gunung Penanggungan. Jalur pendakian ke puncak Gunung Penanggungan yang melintasi Desa Kedungudi selain dari lebih singkat dibandingkan dengan jalur pendakian yang lain juga melintasi beberapa candi yang banyak berada di lereng Gunung Penanggungan. Desa Kedungudi juga berbatasan langsung dengan daerah wisata yang sudah terkenal terlebih dahulu yaitu Prigen yang berada di Kabupaten Pasuruan.
      Keindahan alam Desa Kedungudi tidak kalah dengan desa-desa lain yang berada di sekitar Gunung Penanggungan dan berpotensi untuk mendatangkan banyak wisatawan. Selama ini, Desa Kedungudi hanya menjadi tempat yang hanya dilewati oleh para wisatawan yang menuju ke puncak Gunung Penanggungan atau yang ingin menuju tempat wisata di Prigen. Kesadaran masyarakat terutama dari perangkat desa terhadap potensi desa mereka untuk dijadikan desa wisata sangat besar seperti yang ditunjukkan oleh Kades Kedungudi Susilo Hadi Wijoyo yang menginisiasi dan mendukung program tersebut. Hal ini terbukti dengan telah didedikasikannya sebidang tanah seluas 7 hektar mempunyai view yang cantik dan berkontur menarik untuk dijadikan lokasi wisata Kedungudi. Hamparan sawah yang luas dengan latar belakang gunung Penanggungan sungguh sangat cocok untuk rekreasi keluarga. Lokasi yang juga berdampingan dengan makam Mbah Suronggolo, leluhur masyarakat Kedungudi, sangat cocok untuk wisata religi yang hingga saat ini sudah sering dikunjungi oleh banyak wisatawan bahkan dari daerah-daerah lain.
      Bersamaan dengan niat membangun desa wisata tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Ubaya yang terdiri dari Dr. Hazrul Iswadi, S.Si., M.Si., M.E. Lanny Kusuma Widjaja, S.E., M.M., CBC., Drs. ec. Endang Ernawati, M.Si., CSA., Dr. Frikson Christian Sinambela, S.Psi., M.T. hadir ke desa itu dan seperti gayung bersambut, maka dijadikanlah desa Kedungudi sebagai obyek terpilih untuk melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Skim pengabdian masyarakat yang dipilih adalah Program Pengembangan Masyarakat Unggulan Perguruan Tinggi (PPMUPT) Desa Wisata Kedungudi, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto yang diajukan ke DRPM (Direktorat Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat) Kemenristekdikti untuk mendapatkan pendanaan. Proposal tim PPMUPT mendapatkan persetujuan pendanaan selama tiga tahun, dimulai dari tahun 2019 sebagai tahun pertama. Tim Ubaya bermitra dengan kelompok ibu-ibu PKK dan kelompok Karang Taruna dengan dukungan penuh dari perangkat desa.
      Pada tahun pertama ini, sementara perangkat desa Kedungudi memulai pengerjaan awal untuk menggarap tanah tersebut, tim Ubaya lebih berfokus pada pemberdayaan mitra Karang Taruna dan ibu-ibu PKK dalam bentuk pemberdayaan aspek ekonomi dan pendidikan. Beberapa kegiatan pemberdayaan mitra PPMUPT Desa Wisata Kedungudi sudah dilakukan dimulai dengan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Pemberdayaan Masyarakat dalam Pencapaian Pangan dan Energi serta Pengembangan Desa Wisata Kedungudi dengan peserta para remaja Karang Taruna dan ibu-ibu PKK Desa Kedungudi. FGD ini diselenggarakan di Balai Desa Kedungudi pada tanggal 13 April 2019. FGD ini bertujuan mengali sekaligus meningkatkan kesadaran para remaja Karang Taruna dan ibu-ibu PKK tentang potensi desanya dan meningkatkan keterlibatan mereka dalam mengisi berbagai aktivitas desa wisata mereka. Kegiatan ini bekerjasama dengan Prodi Magister Psikologi Sains dan dikomandani oleh Dr. Frikson Christian Sinambela, S.Psi., M.T., salah seorang anggota tim PPMUPT Desa Wisata Kedungudi.
      Kegiatan FGD ditindaklanjuti dengan studi banding ke desa-desa yang telah berhasil menjadi desa wisata dengan mengajak perangkat desa dan mitra tim PPMUPT. Desa wisata yang dipilih adalah desa wisata yang sukses dan memiliki karakteristik hampir sama dengan Desa Kedungudi. Studi banding dilakukan ke Desa Umbul Ponggok di Klaten pada tanggal 15 Juni 2019 dan Desa Pujon Kidul di Kabupaten Malang pada tanggal 29 Juni 2019. Kunjungan tersebut membuka mata para mitra bahwa desa mereka juga memiliki potensi yang tidak kalah dibandingkan desa yang sudah dikunjungi tersebut.
      Kemudian tim PPMUPT Desa Wisata Kedungudi melakukan Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata dengan narasumber Andi Yuwono, S.Sos., M.Si., Ketua Umum Asosiasi Desa Wisata Indonesia (ASIDEWI) dan anggota tim PPMUPT Desa Wisata Kedungudi seperti  Dr. Hazrul Iswadi, S.Si., M.Si., Drs. ec. Endang Ernawati, M.Si., CSA., dan dibantu oleh mahasiswa pelaksana pengabdian PPMUPT Desa Wisata Kedungudi. Kegiatan pelatihan ini dilakukan pada tanggal 10 Agustus 2019 di IOC (Integrated Outdoor Campus) Ubaya di Trawas. Peserta pelatihan ini adalah para anggota karang taruna Desa Kedungudi. Pada bagian akhir pelatihan ini dibentuk sekaligus disahkan Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Desa Kedungudi yang diberi nama JANARI JAYA PAWITRA. Pokdarwis ini disahkan berdasarkan SK Kades Kedungudi yang ditugasi untuk mengelola Desa Wista Kedungudi. Janari Jaya Prawitra berarti Pemuda Gunung Penanggungan yang Jaya.
      Tim PPMUPT Desa Wisata Kedungudi juga menyentuh aspek ekonomi yang nantinya akan jadi penunjang Desa Wisata Kedungudi dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat yaitu oleh-oleh dan kuliner.  Tim PPMUPT melakukan kegiatan pelatihan untuk memanfaatkan hasil pertanian utama, yaitu singkong dan gadung. Oleh karena itu, Seluruh tim PPMUPT (Dr. Hazrul Iswadi, S.Si., M.Si., M.E. Lanny Kusuma Widjaja, S.E., M.M., CBC., Drs. ec. Endang Ernawati, M.Si., CSA., Dr. Frikson Christian Sinambela, S.Psi., M.T., dan seluruh mahasiswa pelaksana) dan diperkuat dengan narasumber kompeten: Dwi Zuniati dan Shafira Sih Pawestri (Fakultas Industri Kreatif Ubaya), Rizky Fajrianto, S.T. (Unit Pelaksana Teknis Industri Makanan, Minuman dan Kemasan Disperindag Pemprov Jatim, dan Indah Eprilianti, STP, M.Si., Ph.D. (Universitas Widya Mandala Surabaya) memberikan Pelatihan Pengolahan Pangan dan Kemasan kepada seluruh mitra di Desa Kedungudi pada tanggal 21 September 2019. Pada pelatihan tersebut diberikan tata cara pengolahan pangan yang baik dalam arti menggunakan bahan-bahan sesuai ketentuan BPOM dan diproses secara higienis serta penggunaan kemasan yang menarik, agar produk dapat memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

               Tim PPMUPT Desa Wisata Kedungudi tidak hanya melakukan pemberdayaan masyarakat dalam bentuk pelatihan tapi juga memberikan bantuan sarana dan prasarana dalam pembangunan panggung gembira di lokasi wisata Desa Kedungudi. Pembangunan panggung gembira, sampai dengan berita ini ditulis, masih dalam pengerjaan.

            Pendampingan dari tim PPMUPT Ubaya untuk menginisiasi desa wisata di Desa Kedungudi dapat dikatakan sangat menantang. Tingkat pendidikan yang rendah, partisipasi warga untuk aktifitas desa yang rendah, dan kesadaran dengan potensi desa yang kurang membuat diperlukan kerja keras dari tim PPMUPT untuk merubah itu semua menjadi lebih baik. Tapi di lain pihak tim PPMUPT merasa bersyukur bahwa beberapa pihak mendukung untuk program di atas. Universitas Surabaya sebagai lembaga host dari tim PPMUPT Desa Wisata Kedungudi mendukung dalam berbagai bentuk seperti fasilitas dari LPPM dan kebijakan. Kemudian tim PPMUPT juga mendapatkan dukungan dan komitmen dari Program CSR PT Astra dalam program Kampung Astra: Menuju Desa Sejahtera. Sedangkan dukungan dari Desa Kedungudi tidak perlu diragukan lagi. Pada tahun 2019 yang sedang berjalan ini, Desa Kedungudi berkomitmen mengucurkan anggaran dana desa sebesar Rp 300 juta untuk pembangunan infrastruktur di lokasi wisata Desa Kedungudi. Bahkan untuk tahun depan, tahun 2020, Desa Kedungudi meningkatkan komitmen tersebut menjadi Rp 600 juta.
      Setelah mengevaluasi hampir satu tahun pelaksanaan program inisiasi desa wisata di desa Kedungudi, Tim PPMUPT Desa Wisata Kedungudi merasa yakin akan berhasil dengan sukses yaitu mendatangkan banyak wisatawan dan akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Kedungudi. Pada saat ini yang dibutuhkan untuk keberlanjutan program Desa Wisata Kedungudi adalah kekompakan semua stakeholders Desa Wisata Kedungudi untuk bekerja keras mensukseskan program di atas sesuai dengan kapasitas masing-masing.

 


Pekan Pelatihan MIPA 1 Agustus 2016

 

Pembelajaran Geometri 3D adalah kegiatan yang menantang. Pembelajaran tersebut membutuhkan visualisasi. Masalahnya adalah bagaimana mendapatkan software yang mudah dipelajari, ringan dan menunjang pembelajaran geometri 3D. Dalam hal itu, software Geometria 4.0 dapat membantu memvisualkan geometri 3D. Jika waktu memungkinkan, dalam pelatihan ini juga akan diberikan wawasan pengunaan software geometri lain yang juga digunakan untuk tujuan pembelajaran geometri 3D seperti MatheAss 8.2 dan GeoGebra. Pelatihan software yang digunakan untuk pembelajaran Geometri 3D dilakukan dalam rangkaian kegiatan Pelatihan MIPA 2016 yang diselenggarakan pada tanggal 1 Agustus 2016.

Link untuk mendapatkan software dan panduan (dalam bahasa Inggris) untuk software Geometria 4.0 dapat dilakukan dengan meng-klik link ini. Panduan pengguna untuk software yang digunakan pelatihan pembelajaran Geometri 3D dapat diunduh pada link Panduan Pengguna (telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia).


Pekan Pelatihan MIPA 8 Agustus 2015

 

Smartphone merupakan perangkat yang sudah menyatu dengan siswa SMA sekarang. Keberadaannya seharusnya bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami pelajaran. Salah satu pelatihan yang ada dalam Pekan Pelatihan MIPA 2015 yang akan diselenggarakan pada tanggal 8 Agustus 2015 aalah menggunakan smatphone untuk menyelesaikan masalah matematika dengan menggunakan aplikasi Maxima On Android. Pelatihan-pelatihan lain dapat dilihat pada brosur disamping.